Menceritakan seorang tokoh dalam novel berjudul 13
Nama cowok ini adalah Saverius atau biasa dipanggil Iyus. Dulu
saat dia SMA dia termasuk salah satu laki-laki yang bias dibilang sempurna
disekolahnya karena dia orang yang baik , ramah, sopan, pintar, anak pemilik
yayasan disekolahnya, tinggi, ganteng, hobinya adalah bermain basket bahkan ia
dipilih untuk menjadi kapten basket disekolahnya. Banyak perempuan yang ingin
menjadi kekasihnya, dan banyak juga yang ingin menjadi temannya karena ingin
numpang terkenal atau tenar disekolah. Suatu hari akhirnya ia mendapatkan
seorang kekasih yang menurutnya sesuai dengan kriteria atau tipenya yaitu
menerimanya dengan apa adanya bukan karena kekayaan dan ketenarannya. Namun ternyata
dia salah ternyata perempuan ini sama saja dengan yang lain yaitu mendekatinya
karena kekayaannya dan ingin numpang terkenal. Saat mengetahuinya dia langsung
memuuskan hubungannya dengan perempuan itu tanpa berpikir panjang, dan saat ia
membutuhkan teman untuk mendengarkan ceritanya dan membutuhkan saran dari
mereka namun taka da satu pun yang bisa dihubunginnya untuk bercerita. Dia merasa
semua orang didekatnya hanya ingin numpang terkenal dan merasakan kekayaannya
karena ia sering mentraktir teman temannya makan dan tidak ada yang menerimanya
dengan apa adanya tanpa melihat kekayaan dan ketenarannya. Semenjak kejadian
dan saat itu ia berubah drastis menjadi malas belajar, pendiam, merokok,
rambutnya dibiarkan gondrong, tidak mau bermain basket lagi dan menjadi lebih
buruk dari sebelumnya.
Sekarang dia sudah kuliah, namun setiap hari ia masih ke SMA
untuk duduk dibelakang. Dan suatu pagi hari saat ia sedang duduk disana sambil
merokok, tiba-tiba ada seorang perempuan bernama Vasa yang mendekatinya lalu
bertanya tentang siapa dia dan lain lain. Namun ia tak banyak menghiraukan pertanyaannya
dan dia lebih memilih untuk pergi. Singkat cerita akhirnya setiap pagi mereka
mengobrol disana dan menjadi lebih dekat dan lebih mengenal serta mengerti satu
sama lain. Tanpa dia sadari semakin dekat dengan perempuan itu dan ia merasa
bahwa ia telah jatuh cinta kepadanya. Menurutnya dia sesosok perempuan yang
cantik, baik, ceria, periang dan yang paling penting adalah menerimanya dengan
apa adanya. Dan ia berjanji bila sudah menemukan perempuan yang menerimanya
dengan apa adanya, dia akan berubah seperti dulu kala.
Namun sayangnya perempuan ini tidak mengetahui bahwa
temannya ini menyukainya dan justru suka kepada idolanya, tapi dia tidak putus
asa begitu saja dan tetap memperjuangkan cintanya. Saat perempuan ini ingin
pergi ke Surabaya untuk melihat dan mendaftar salah satu universitas di Surabaya
yang terkenal bagus jurusan jurnalistiknya. Tapi saat ia sudah ingin berangkat
ia justru terus memikirkan dia padahal ada idola yang ia sukai disampingnya dan
merasa tidak bisa pisah atau pergi jauh dari dia. Ternyata ia diam-diam juga
menyukainya tanpa ia sadari dan dia membatalkan pergi ke Surabaya dan juga
kuliah disana, lalu ia mencari dia dikampusnya dan saat bertemu mereka
mengutarakan apa yang mereka rasakan selama ini. Dan akhir cerita akhirnya
mereka menjadi seorang pasangan kekasih, dan karena perempuan ini ia merasakan
cinta lagi dan berubah seperti semula dan bahkan jadi lebih baik.
Hikmah dari novel ini adalah:
- - Cinta membutuhkan perjuangan untuk
membuktikannya
- - Cinta membutuhkan waktu untuk merasakannya
- - Cinta dapat merubah segalanya
- - Mengidolakan seseorang belum tentu kamu
mencintainya.



0 komentar:
Posting Komentar