Senin, 17 Maret 2014

Novel

Menceritakan seorang tokoh dalam novel berjudul 13




Nama cowok ini adalah Saverius atau biasa dipanggil Iyus. Dulu saat dia SMA dia termasuk salah satu laki-laki yang bias dibilang sempurna disekolahnya karena dia orang yang baik , ramah, sopan, pintar, anak pemilik yayasan disekolahnya, tinggi, ganteng, hobinya adalah bermain basket bahkan ia dipilih untuk menjadi kapten basket disekolahnya. Banyak perempuan yang ingin menjadi kekasihnya, dan banyak juga yang ingin menjadi temannya karena ingin numpang terkenal atau tenar disekolah. Suatu hari akhirnya ia mendapatkan seorang kekasih yang menurutnya sesuai dengan kriteria atau tipenya yaitu menerimanya dengan apa adanya bukan karena kekayaan dan ketenarannya. Namun ternyata dia salah ternyata perempuan ini sama saja dengan yang lain yaitu mendekatinya karena kekayaannya dan ingin numpang terkenal. Saat mengetahuinya dia langsung memuuskan hubungannya dengan perempuan itu tanpa berpikir panjang, dan saat ia membutuhkan teman untuk mendengarkan ceritanya dan membutuhkan saran dari mereka namun taka da satu pun yang bisa dihubunginnya untuk bercerita. Dia merasa semua orang didekatnya hanya ingin numpang terkenal dan merasakan kekayaannya karena ia sering mentraktir teman temannya makan dan tidak ada yang menerimanya dengan apa adanya tanpa melihat kekayaan dan ketenarannya. Semenjak kejadian dan saat itu ia berubah drastis menjadi malas belajar, pendiam, merokok, rambutnya dibiarkan gondrong, tidak mau bermain basket lagi dan menjadi lebih buruk dari sebelumnya.

Sekarang dia sudah kuliah, namun setiap hari ia masih ke SMA untuk duduk dibelakang. Dan suatu pagi hari saat ia sedang duduk disana sambil merokok, tiba-tiba ada seorang perempuan bernama Vasa yang mendekatinya lalu bertanya tentang siapa dia dan lain lain. Namun ia tak banyak menghiraukan pertanyaannya dan dia lebih memilih untuk pergi. Singkat cerita akhirnya setiap pagi mereka mengobrol disana dan menjadi lebih dekat dan lebih mengenal serta mengerti satu sama lain. Tanpa dia sadari semakin dekat dengan perempuan itu dan ia merasa bahwa ia telah jatuh cinta kepadanya. Menurutnya dia sesosok perempuan yang cantik, baik, ceria, periang dan yang paling penting adalah menerimanya dengan apa adanya. Dan ia berjanji bila sudah menemukan perempuan yang menerimanya dengan apa adanya, dia akan berubah seperti dulu kala.

Namun sayangnya perempuan ini tidak mengetahui bahwa temannya ini menyukainya dan justru suka kepada idolanya, tapi dia tidak putus asa begitu saja dan tetap memperjuangkan cintanya. Saat perempuan ini ingin pergi ke Surabaya untuk melihat dan mendaftar salah satu universitas di Surabaya yang terkenal bagus jurusan jurnalistiknya. Tapi saat ia sudah ingin berangkat ia justru terus memikirkan dia padahal ada idola yang ia sukai disampingnya dan merasa tidak bisa pisah atau pergi jauh dari dia. Ternyata ia diam-diam juga menyukainya tanpa ia sadari dan dia membatalkan pergi ke Surabaya dan juga kuliah disana, lalu ia mencari dia dikampusnya dan saat bertemu mereka mengutarakan apa yang mereka rasakan selama ini. Dan akhir cerita akhirnya mereka menjadi seorang pasangan kekasih, dan karena perempuan ini ia merasakan cinta lagi dan berubah seperti semula dan bahkan jadi lebih baik.

Hikmah dari novel ini adalah:
-          - Cinta membutuhkan perjuangan untuk membuktikannya
-          - Cinta membutuhkan waktu untuk merasakannya
-          - Cinta dapat merubah segalanya

-          - Mengidolakan seseorang belum tentu kamu mencintainya. 

0 komentar:

Posting Komentar