Di
balik sosok kehidupan manusia yang penuh misteri, ternyata masing-masing
manusia terlahir didunia ini dibekali oleh Allah dengan potensi atau bakatnya
masing-masing. Semakin mampu menggali potensi dirinya maka manusia dapat
menjadi lebih bernilai. Tapi sebelum kamu dapat menggali potensi diri yang
berada didalam dirimu, kenali dulu penjelasan dari potensi diri terlebih dahulu.
Pengertian
Potensi Diri
Menurut Slamet
Wiyono(2006:37) potensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar dari sesuatu
yang masih terpendam didalamnya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi sesuatu
kekuatan nyata dalam diri sesuatu tersebut. Dengan demikian potensi diri
manusia adalah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang terpendam didalam
dirinya yang dapat dimunculkan, diwujudkan, dibangkitkan atau
dibudidayakan menjadi suatu manfaat nyata dalam kehidupan diri manusia.
Potensi diri adalah
kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang baik fisik maupun mental
yang dimiliki seseorang dan mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan bila
dilatih dan ditunjang dengan sarana yang baik, sedangkan diri adalah
seperangkat proses atau ciri-ciri proses fisik,prilaku dan psikologis yang
dimiliki.
Sedangkan menurut Rona
Binham (2012) Potensi diri adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang
yang masih terpendam dan mempunyai kemungkinan untuk
dikembangkan jika didukung dengan latihan dan sarana yang memadai.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa
Potensi diri adalah kemampuan dasar seseorang yang terpendam dan dapat
dikembangkan melalui seperangkat proses.
Pentingnya Menggali Potensi Diri
Kita sadar
sepenuhnya bahwa tidak banyak orang yang bisa menggali potensi diri, bahkan diri kita sendiri. Kita
sering terlena dengan kehidupan saat ini, kehidupan yang menyenangkan dan
nyaman untuk kita jalani. Kita sering lalai untuk memaksimalkan apa yang ada
dalam diri kita. Oleh karena itu kita perlu belajar untuk terus menggali
potensi diri sehingga kita menemukan siapa diri kita sebenarnya.
Seperti
pengalaman saya sendiri, saya Dita Setia Ningrum seorang mahasiswa tingkat
akhir jurusan Teknik Informatika disalah satu universitas swasta di Indonesia. Awal
mulanya ketika masih duduk di Sekolah Dasar (SD) saya sangat menyukai mengambar
rumah, bahkan saya mempunyai buku gambar khusus untuk gambar-gambar rumah. Ketika
duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdapat pelajaran Seni Rupa yang salah
satu pembahasannya adalah menggambar menggunakan teknik, di pelajaran itu saya
selalu sangat antusias mengikutinya dan setiap minggunya selalu diberikan tugas
menggambar yang selalu berbeda-beda. Dan ketika sudah duduk di Sekolah Menengah
Atas di jurusan IPA terdapat pelajaran Seni Rupa yang salah satu pembahasannya
adalah menggambar menggunakan trackpen dan
menggambar lingkaran dengan teknik khusus, pelajaran ini lumayan sulit karna
harus sabar dan teliti saat menggambarnya. Tidak boleh ada yang salah bahkan area
yang diarsippun harus benar, jika tidak itu akan mengurangi nilai pada tugas yang
setiap minggunya diberikan. Karena saya menyukai menggambar rumah semenjak
duduk di Sekolah Dasar (SD) dan merasa mampu melewati pelajaran Seni Rupa yang
salah satu pembahasannya merupakan menggambar, jadi saya menginginkan untuk
menjadi seorang arsitektur. Namun kedua orang tua saya tidak menyukainya karena
beberapa alasan seperti memerlukan peralatan yang banyak dan mahal, akhirnya
setelah berdiskusi untuk mengambil jurusan kuliah. Akhirnya diputuskan untuk
mengambil jurusan Teknik Informatika karena semenjak duduk di Sekolah Menengah
Pertama (SMP) saya suka bermain dan mengutak-atik komputer, dan di Sekolah
Menengah Atas (SMA) nilai untuk pelajaran komputer saya lumayan bagus. Namun setelah
masuk perkuliahan saya merasa “salah jurusan” karena ada beberapa yang saya
kurang mengerti, tapi mau pindah juga agak sulit karena dari awal masuk kuliah
sudah membayar lunas sampai semester 6. Akhirnya saya terus belajar dan lambat
laun saya mulai mengerti serta memahami beberapa pelajaran dikuliah.
Seperti pengertian “Potensi diri” diatas telah
dijelaskan, bahwa Potensi diri adalah kemampuan
dasar seseorang yang terpendam dan dapat dikembangkan melalui seperangkat
proses.
Menggali
Potensi Diri
Memang masa muda adalah masa dimana
energi kita masih sangat prima dan berlimpah. Semuanya seakan mampu kita
lakukan selam kita memiliki niat. Masa muda inilah yang bisa menjadi salah satu
penentu masa depan Anda kelak. Biasanya eksplorasi terhadap segala potensi yang
ada pada diri akan termaksimalkan ketika masih muda. Masalahnya adalah
seringkali kita sebagai pemuda sulit untuk menggali potensi yang ada pada diri
kita sendiri.
Padahal, sebenarnya mungkin potensi
kita akan bisa maksimal ketika bisa menggalinya dengan cara yang benar. Sayang
sekali jika masa muda Anda berlalu begitu saja tanpa adanya proses menggali dan
mengeksplor lebih dalam potensi yang ada. Untuk menggali dan memaksimalkan
potensi yang ada pada diri kalian, coba beberapa cara di bawah ini.
1.
Cari
dan Temukan Potensi Diri Dulu
Sebelum kalian memaksimalkan potensi
kalian, cari tahu dulu dimana letak kelebihan dan kekurangan kalian. Kenali
semua potensi yang ada pada diri kalian. Caranya bisa dengan bertanya kepada
diri sendiri atau ke beberapa teman dekat Anda. Atau jika kalian sulit
mengenali potensi diri sendiri, bisa juga dengan melakukan tes pada lembaga
yang khusus menangani tes psikologi untuk mengenali bakat dan minat seseorang. Nah,
dari data tersebut kalian pun tau apa saja bakat atau potensi diri yang
dimiliki dan dapat dikembangkan.
2.
Jangan
Takut Mencoba Hal Baru
Ketika kalian sudah menemukan
informasi yang tepat terkait segala potensi serta bakat dan minat kalian, tentu
itu sangat bagus untuk menentukan arah dalam menggali potensi diri. Kadang kita
tidak menyadari bahwa mungkin sebenarnya potensi kita justru pada sesuatu yang
sangat jauh dari kehidupan kita. Di sinilah kalian harus berani dan jangan
takut terhadap hal-hal baru. Mungkin saja sesuatu yang baru tersebut adalah
potensi terpendam Anda dan justru bisa maksimal ketika kalian menekuninya.
3.
Tingkatkan
Terus Kompetensi Kalian
Ini selalu saya tekankan, bahwa
dalam proses memaksimalkan potensi yang kalian miliki, tidak bisa tidak kalian
harus meningkatkan kompetensi kalian. Apapun kemampuan yang kalian miliki,
tanpa ditingkatkan pasti akan tergerus dengan kemampuan orang lain. Maka dari
itu, selalu meningkatkan kompetensi setiap saat adalah cara ampuh untuk
memaksimalkan potensi yang ada pada diri kalian.
4.
Memperluas
Wawasan Dengan Memperkaya Informasi
Jangan menjadi seperti katak dalam
tempurung. Perluas wawasan kalian, jangan mengira kalian adalah yang nomor satu
dalam satu hal. Karena di tempat lain saya yakin ada yang lebih baik dari
kalian. Perluas wawasan kalian dengan meningkatkan informasi, saat ini sangat
gampang untuk mendapatkan informasi. Dengan teknologi internet yang semakin
berkembang pesat, semakin memudahkan kita dalam mencari informasi yang tepat.
5.
Lakukan
Tindakan Untuk Meningkatkan Potensi Yang Ada
Jangan hanya bermimpi, kerjakan
semua yang kalian mampu. Meskipun hanya sejengkal, kalau itu bisa membuat
kalian lebih dekat dengan kesuksesan, maka lakukanlah. Sebesar apapun potensi
yang kalian miliki dalam berbagai bidang keahlian misalanya, namun tanpa
dikerjakan atau dipraktekkan maka semua itu hanya omong kosong belaka.
Jadi lebih baik bertindak meskipun
sedikit dari pada hanya berencana saja. Dengan melakukan tindakan dari potensi
yang kalian miliki, maka dengan sendirinya kalian sama halnya dengan mengasah
kemampuan. Tentu saja ini bisa meningkatkan kompetensi kalian pada potensi yang
kalian miliki.
6.
Hargai
Diri Sendiri
Kalian juga perlu menghargai diri
sendiri, meskipun mungkin apa yang kalian lakukan belum maksimal. Sekecil
apapun pencapaian yang kalian peroleh, maka itu adalah sebuah usaha yang patut
diapresiasi. Kenapa demikian, ini karena dalam rangka sebagai penyemangat dalam
diri untuk lebih giat dalam meningkatkan kemampuan agar lebih baik. Kalau
kalian sendiri enggan menghargai diri sendiri, bagaimana dengan orang lain.
Memaksimalkan potensi adalah sebuah proses panjang yang tidak bisa kalian
dapatkan secara instan. Semuanya butuh waktu.









